Kamis, 08 Juni 2023

Laporan Akhir 2 (M3)




1. Jurnal[Back]








2. Alat dan Bahan[Back]
  • IC 7447
 IC 7447, merupakan IC TTL Decoder BCD to 7 Segment. IC ini berfungsi untuk mengubah kode bilangan biner BCD (Binary Coded Decimal) menjadi data tampilan untuk penampil/display 7 segment yang bekerja pada tegangan TTL (+5 volt DC).

  • IC 74LS90
IC 7490 adalah ic untuk menghitung bilang biner yakni dapat menghitung dari 0 sampai 9 siklis dalam mode alamnya. 
  • IC 7493

IC 7493 IC ini adalah sebuah decade counter yang mencacah empat bit dari 0000 (desimal 0) sampai 1111 (desimal 15) digunakan pembagi 15 ( 3,5 dan 15).


  • Switch SPDT
saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Secara sederhana, saklar merupakan perangkat mekanik yang terdiri dari dua atau lebih terminal yang terhubung secara internal ke bilah atau kontak logam yang dapat dibuka dan ditutup oleh penggunanya. Saklar listrik bisa dibedakan berdasarkan beberapa golongan, misal dari jumlah kontak atau kondisi yang dimilikinya. Jumlah kontak yang dimiliki biasa disebut dengan istilah 'Pole', atau banyaknya kontak yang dimiliki oleh sebuah saklar. Dan 'Throw', yang berarti banyaknya kondisi yang dimiliki sebuah saklar. SPDT (Single Pole Double Throw), merupakan golongan saklar yang memiliki 3 terminal. Jenis saklar ini dapat digunakan sebagai saklar pemilih. Contohnya, saklar pemilih tegangan input adaptor yaitu 110V atau 220V.

  • Power Supply

Pengertian power supply adalah alat elektronika yang menyimpan dan menyalurkan energi listrik untuk perangkat elektronika lainnya. Dalam istilah bahasa Indonesia power supply sering juga disebut dengan Catu Daya.
 
  • LED
A. Spesifikasi :
 
* Superior weather resistance
* 5mm Round Standard Directivity
* UV Resistant Eproxy
* Forward Current (IF): 30mA
* Forward Voltage (VF): 1.8V to 2.4V
* Reverse Voltage: 5V
* Operating Temperature: -30℃ to +85℃
* Storage Temperature: -40℃ to +100℃
* Luminous Intensity: 20mcd 

B. Konfigurasi Pin :
 
* Pin 1 : Positive terminal of LED
* Pin 2 : Negative terminal of LED

  
  • Ground
Grounding atau Pentanahan adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi. Cara pemasangan grounding ini dapat menggunakan sebuah elektroda khusus untuk pembumian yang ditanam di bawah tanah.

  • Clock
Clock Generator Modul Si5351A

---Spesifikasi---

Xtal : 25MHz
Range Clock /Sinyal : 8kHz - 160MHz
Komunikasi : IIC
Output : 3 independent output (masing-masing dapat men-generate frekuensi yg berbeda)
Output : 3Vpp
Tegangan kerja : 3 - 5V dc

  • D' Lorenzo

Module D’Lorenzo


  • Jumper
Kabel jumper adalah suatu istilah kabel yang ber-diameter kecil yang di dalam dunia elektronika digunakan untuk menghubungkan dua titik atau lebih dan dapat juga untuk menghubungkan 2 komponen elektronika. Kabel jumper jenis ini digunakan untuk koneksi male to male pada kedua ujung kabelnya


3. Rangkaian Simulasi[Back]


5. Video Rangkaian[Back]





6. Analisa[Back]
1. Analisa perbedaan clock 1 dan 2! 
Jawab : 

Perbedaan antara "clk 1" dan "clk 2" dalam konteks sinyal clock dalam sistem digital dapat disimpulkan sebagai berikut:
  • Frekuensi: "clk 1" dan "clk 2" memiliki frekuensi yang berbeda, yang menunjukkan seberapa sering siklus clock terjadi.
  • Fase: "clk 1" dan "clk 2" mungkin memiliki fase yang berbeda, menunjukkan posisi relatif siklus clock terhadap titik referensi.
  • Tegangan atau polaritas: "clk 1" dan "clk 2" dapat memiliki level tegangan atau polaritas yang berbeda, yang perlu diperhatikan untuk konsistensi dalam sistem.
  • Penggunaan dan tujuan: "clk 1" dan "clk 2" digunakan untuk tujuan yang berbeda dalam sistem, mungkin mengatur operasi sistem secara keseluruhan atau mengontrol komponen/komponen spesifik.

2. Analisa perbedaan kedua jenis IC sehingga kenapa angka maksimal counter nya berbeda! 
Jawab : 

Pada rangkaian percobaan 2, IC yang digunakan adalah 74LS90 dan 7493. Pada percobaan 2a, IC 74LS90 menghasilkan output hitungan lompat counter up yaitu 3,4,7,8,1,2,5,6,9,0. Sedangkan pada IC 7493 output yang dihasilkan adalah 3,4,7,8,11,12,15,0.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa output dari kedua Ic tersebut sama-sama menghasilkan hitungan lompat counter up. Perbedaannya ada pada urutan biner yang keluar dari masing-masing IC. Pada IC 74LS90, jumlah karakter yang dihasilkan adalah 10 karakter dengan nilai terbesarnya 9. Sedangkan pada IC7493 outputnya terdiri dari 8 karakter dengan nilai terbesarnya adalah 15

7. Link Download[Back]

Laporan Akhir 1 (M3)




1. Jurnal[Back]







2. Alat dan Bahan[Back]
  • IC 7447
 IC 7447, merupakan IC TTL Decoder BCD to 7 Segment. IC ini berfungsi untuk mengubah kode bilangan biner BCD (Binary Coded Decimal) menjadi data tampilan untuk penampil/display 7 segment yang bekerja pada tegangan TTL (+5 volt DC).

  • IC 74LS90
IC 7490 adalah ic untuk menghitung bilang biner yakni dapat menghitung dari 0 sampai 9 siklis dalam mode alamnya. 
  • IC 7493

IC 7493 IC ini adalah sebuah decade counter yang mencacah empat bit dari 0000 (desimal 0) sampai 1111 (desimal 15) digunakan pembagi 15 ( 3,5 dan 15).


  • Switch SPDT
saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Secara sederhana, saklar merupakan perangkat mekanik yang terdiri dari dua atau lebih terminal yang terhubung secara internal ke bilah atau kontak logam yang dapat dibuka dan ditutup oleh penggunanya. Saklar listrik bisa dibedakan berdasarkan beberapa golongan, misal dari jumlah kontak atau kondisi yang dimilikinya. Jumlah kontak yang dimiliki biasa disebut dengan istilah 'Pole', atau banyaknya kontak yang dimiliki oleh sebuah saklar. Dan 'Throw', yang berarti banyaknya kondisi yang dimiliki sebuah saklar. SPDT (Single Pole Double Throw), merupakan golongan saklar yang memiliki 3 terminal. Jenis saklar ini dapat digunakan sebagai saklar pemilih. Contohnya, saklar pemilih tegangan input adaptor yaitu 110V atau 220V.

  • Power Supply

Pengertian power supply adalah alat elektronika yang menyimpan dan menyalurkan energi listrik untuk perangkat elektronika lainnya. Dalam istilah bahasa Indonesia power supply sering juga disebut dengan Catu Daya.
 
  • LED
A. Spesifikasi :
 
* Superior weather resistance
* 5mm Round Standard Directivity
* UV Resistant Eproxy
* Forward Current (IF): 30mA
* Forward Voltage (VF): 1.8V to 2.4V
* Reverse Voltage: 5V
* Operating Temperature: -30℃ to +85℃
* Storage Temperature: -40℃ to +100℃
* Luminous Intensity: 20mcd 

B. Konfigurasi Pin :
 
* Pin 1 : Positive terminal of LED
* Pin 2 : Negative terminal of LED

  
  • Ground
Grounding atau Pentanahan adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi. Cara pemasangan grounding ini dapat menggunakan sebuah elektroda khusus untuk pembumian yang ditanam di bawah tanah.

  • Clock
Clock Generator Modul Si5351A

---Spesifikasi---

Xtal : 25MHz
Range Clock /Sinyal : 8kHz - 160MHz
Komunikasi : IIC
Output : 3 independent output (masing-masing dapat men-generate frekuensi yg berbeda)
Output : 3Vpp
Tegangan kerja : 3 - 5V dc

  • D' Lorenzo

Module D’Lorenzo


  • Jumper
Kabel jumper adalah suatu istilah kabel yang ber-diameter kecil yang di dalam dunia elektronika digunakan untuk menghubungkan dua titik atau lebih dan dapat juga untuk menghubungkan 2 komponen elektronika. Kabel jumper jenis ini digunakan untuk koneksi male to male pada kedua ujung kabelnya


3. Rangkaian Simulasi[Back]


5. Video Rangkaian[Back]




6. Analisa[Back]
1. Analisa Output yang dihasilkan pada percobaan 1 berdasarkan masing masing flipflop! 
Jawab :

Kondisi awal sebelum clock mulai masuk adalah nol untuk semua Q1 Q2 Q3 dan Q4. Setelah diberi clock pada flip-flop 1 pada saat clock turun dari 1 ke 0 sehingga flip-flop 1 aktif karena aktif low menyebabkan terjadi kondisi toggle dimana output Q1 yang awalnya bernilai 0 berubah menjadi 1. Output Q1 berubah dari 0 ke 1 menuju clock untuk flip-flop 2 karena perubahannya naik menjadi aktif high sedangkan pada flipflop 2 menerima aktif low sehingga tidak aktif dan menyebabkan output Q2 yang awalnya nol akan tetap menjadi 0 kemudian karena output Q2 tidak terjadi perubahan dan menuju clock pada flip-flop 3 maka tidak ada perubahan clock sehingga flipflop 3 juga tidak aktif sehingga outputnya tetap 0 dan lanjut menjadi input clock pada flip flop 4 karena juga tidak ada pergerakan clock maka menyebabkan outputnya tetap 0 sehingga saat ini output Q1 Q2 Q3 Q4 bernilai 1 0 0 0 yang diterjemahkan dalam desimal adalah 1


2.  Jelaskan kenapa flipflop terakhir disebut juga dengan MSB! 
Jawab :

Flip-flop terakhir disebut MSB (Most Significant Bit) bukan karena posisi bitnya, tetapi karena signifikansinya dalam representasi bilangan. Bit pertama yang dimasukkan atau diterima oleh flip-flop dianggap sebagai bit terbesar dalam sistem biner, yang memiliki bobot paling signifikan dan menggambarkan nilai yang paling besar. Namun, penamaan ini dapat bervariasi tergantung pada implementasi dan konfigurasi rangkaian.


7. Link Download[Back]

Tugas Pendahuluan 2 (M3)




Kondisi
[Kembali]
Percobaan 2 - Kondisi 18 :

Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 2, ganti probe dengan led Merah

Video [Kembali]
Percobaan 2 - Kondisi 18 :




Prinsip Kerja [Kembali]
Percobaan 2 - Kondisi 18 :

Pada rangkaian 2a menggunakan jenis counter syncronus karena clk a dan clk b terhubung secara paralel dengan sinyal clock. Pada counter syncronus, input clocknya berasal dari sinyal clock yang sama. Sehingga tidak ada delay pada perubahan outputnya. Pada rangkaian ini, Q0 dan Q1 memiliki hubungan syncronus karena clk b inputnya terhubung secara paralel dengan clk a dan sinyal clock. Sedangkan Q1, Q2, dan Q3 tetap terhubung secara asyncronus.

Sedangkan pada rangkaian 2b menggunakan jenis counter asyncronus karena input clocknya terhubung secara seri. Dimana sinyal clock hanya terhubung kepada clk a yang mengaktifkan Q0, sedangkan clk b inputnya dihubungkan dari output Q0. Sehingga Q0, Q1,Q2, dan Q3 termasuk jenis counter asyncronus. 

Dari kedua rangkaian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa counter syncronus input clk nya terhubung paralel dengan sinyal clock, sedangkan counter asyncronus input clk nya terhubung secara seri dengan sinyal clock. Untuk perhitungan pada counter asyncron IC 74LS90 dimulai dari 0-9 dan pada IC 7493 dimulai dari 0-15. Sedangkan counter syncronus menghasilkan hitungan lompat.

Link Download [Kembali]

Tugas Pendahuluan 1 (M3)




Kondisi
[Kembali]
Percobaan 1 Kondisi 15

Buatlah rangkaian seperti pada percobaan 1, ganti led dengan menggunakn seven segment

Video [Kembali]
Percobaan 1 - Kondisi 15 :




Prinsip Kerja [Kembali]
Percobaan 1 - Kondisi 5 :

Pada percobaan 1, menggunakan 2 buah switch SPDT yang masing-masing kakinya dihubungkan ke VCC untuk logika 1 dan ke ground untuk logika 0. Kemudian kita membuat rangkaian asynchronous counter dengan menggunakan 4 buat J-K flip-flop, yaitu 74LS112. Dimana pada asynchronous counter yang dihubungkan ke pulsa clock hanya pada flip-flop pertamanya, sedangkan flip-flop seterusnya, CLK nya akan dihubungkan ke output flip-flop sebelumnya. Untuk kaki J dan K setiap flip-flop dihubungkan ke VCC sehingga berlogika 1. Pada rangkaian ini, output flip-flop akan berubah bergantian dari 0 ke 1, dari flip-flop paling kiri sampai ke flip-flop paling kanan.

Pada flip-flop yang pertama, ketika J dan K berlogika 1 dan diberikan pulsa clock, maka output akan toggle. Dikarenakan output flip-flop pertama yang toggle ke umpankan ke CLK flip-flop kedua, maka setiap perubahan output flip-flop pertama akan sama seperti clock pada input CLK flip-flop kedua. Sehingga flip-flop kedua juga akan beroutput toggle, begitu seterusnya sampai flip-flop yang paling ujung. Perubahan setiap output flip-flip kiri akan lebih cepat dari pada flip-flop kanan. Hal tersebut membentuk bilangan biner yang semakin besar, dimana hanya dapat menghitung sesuai banyak flip-flop. Jika n adalah banyak flip-flop, maka maksimal angka yang dapat dihitung adalah 2^(n)-1

Pada rangkaian yang telah dibuat, dimana paling kanan adalah LSB dan paling kiri adalah MSB. Ketika dihubungkan ke 7-segment, maka 7-segment akan menunjukkan angka yang terus meningkat dari 0 - 9 lalu A - F, sesuai dengan rumus maksimal angka yang dapat dihitung, 2^(4)-1 = 15. Jadi, counter percobaan adalah counter asynchronous yang dapat menghitung bilangan hexadecimal dan merupakan counter up.

Link Download [Kembali]




Modul 3



1. Tujuan Percobaan [Kembali]
  1. Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous.

    2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter.


2. Alat dan Bahan [Kembali]

Gambar 1.1 Module D’Lorenzo


Gambar 1.2 Jumper


1. Panel DL 2203C.

2. Panel DL 2203D.

3. Panel DL 2203S.

4. Jumper.


3. Dasar Teori [Kembali]
3.3.1Counter
    Counter adalah sebuah rangkaian sekuensial yang mengeluarkan urutan statestate tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan dengan teknologi digital, biasanya untuk menghitung jumlah kemunculan sebuah o kejadian/event atau untuk menghitung pembangkit waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip- flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n - 1 . Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.

a.Counter Asyncronous
    Counter Asyncronous disebut juga Ripple Through Counter atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flip-flop sebelumnya.

Gambar 3.3 Rangkaian Counter Asyncronous


a. Counter Syncronous

Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flipflop yang digunakan bergulingan secara serempak. Hal ini disebabkan karena masing- masing flip- flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock.



Gambar 3.4 Rangkaian Counter Syncronous