Senin, 29 Mei 2023

Laporan Akhir 2 (M2)




1. Jurnal[Back]




2. Alat dan Bahan[Back]
  • IC 74LS112

    • Dual JK Negative Edge Triggered Flip-Flops With Preset and Clear
    • High-level input voltage: 2V
    • Low-level input voltage: 0.8V
    • High-level output current: -0.4mA
    • Low-level output current: 8mA
    • Maximum clock frequency: 45MHz
    • Propagation delay time: 20ns
    • Supply voltage range: 4.75 to 5.25V
    • Package: DIP-16

  • Clock Pulsa
Clock Generator Modul Si5351A

---Spesifikasi---

Xtal : 25MHz
Range Clock /Sinyal : 8kHz - 160MHz
Komunikasi : IIC
Output : 3 independent output (masing-masing dapat men-generate frekuensi yg berbeda)
Output : 3Vpp
Tegangan kerja : 3 - 5V dc

  • Switch SPDT
saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Secara sederhana, saklar merupakan perangkat mekanik yang terdiri dari dua atau lebih terminal yang terhubung secara internal ke bilah atau kontak logam yang dapat dibuka dan ditutup oleh penggunanya. Saklar listrik bisa dibedakan berdasarkan beberapa golongan, misal dari jumlah kontak atau kondisi yang dimilikinya. Jumlah kontak yang dimiliki biasa disebut dengan istilah 'Pole', atau banyaknya kontak yang dimiliki oleh sebuah saklar. Dan 'Throw', yang berarti banyaknya kondisi yang dimiliki sebuah saklar. SPDT (Single Pole Double Throw), merupakan golongan saklar yang memiliki 3 terminal. Jenis saklar ini dapat digunakan sebagai saklar pemilih. Contohnya, saklar pemilih tegangan input adaptor yaitu 110V atau 220V.

  • Ground
Grounding atau Pentanahan adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi. Cara pemasangan grounding ini dapat menggunakan sebuah elektroda khusus untuk pembumian yang ditanam di bawah tanah.

  • Power Supply

Pengertian power supply adalah alat elektronika yang menyimpan dan menyalurkan energi listrik untuk perangkat elektronika lainnya. Dalam istilah bahasa Indonesia power supply sering juga disebut dengan Catu Daya.



3. Rangkaian Simulasi[Back]






4. Prinsip Kerja Rangkaian[Back]

T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan J-K Flip-flop yang kedua inputannya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputannya rendah. T Flipflop dimana T artinya kondisi toggle atau berubah-ubah.

Power Supply mengalirkan arus dan tegangan ke kaki atas switch menjadi berlogika 1 dan kaki bawah switch terhubung ke ground yang berlogika 0. Sesuai kondisinya, B1 dan B2 terhubung ke power supply yang artinya berlogika 1. B1 terhubung ke kaki inputan S, B2 terhubung ke kaki inputan Clock, pada B0 terhubung ke ground dan kaki inputan Reset. Kaki inputan J-K atau gabungan dari T flipflop terhubung ke power Supply berarti berlogika 1. Clock berguna untuk mengaktifkan rangkaian flipflop atau meneruskan inputan dari J-K atau R-S ke output.

Terlihat bahwa kaki inputan Reset terhubung ke ground atau berlogika 0 yang dimana teorinya R-S aktif low atau akan aktif jika inputan berlogika 0 dan kaki inputan J-K / T akan diabaikan nilainya dan output akan mengikuti perintah dari kaki inputan R yang berlogika 0. Oleh karena itu, sesuai dengan tabel kebenaran, outputnya Q=0 dan Q' = 1.


5. Video Rangkaian[Back]






6. Analisa[Back]
1.Apa yang terjadi jika B1 diganti dengan CLK pada Kondisi 2?
Jawab:

B1 awalnya terhubung ke kaki input SET (S). Karena B1 diganti CLK/CLOCK, maka input set berubah-ubah logikanya.  Kaki input S-R akan aktif jika inputnya berlogika 0. Karena kaki input set diberi input clock yang nilai logika berubah ubah, maka rangkaian flip flop aktif saat berlogika 0 dan mengeluarkan output saat kondisi set  (0 1)

2. Bandingkan hasil percobaan dengan teori!
Jawab:
Hasil yang didapatkan antara percobaan dengan teori adalah sama, karena saat SET atau RESET berlogika nol,  maka outputnya dari kondisi set atau reset itu sendiri. Saat SET-RESET berlogika 1, maka inputan J-K yang akan terbaca logikanya dan menghasilkan output.  J-K berlogika 1 keduanya, maka output-nya akan toggle atau output berubah ubah. Hal ini dikarenakan T flip flop dibuat dengan J-K flip flop yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu dan didapat flipflop yang sifatnya membalik output sebelumnya jika inputannya  Tinggi dan Akan tetap jika inputnya rendah.

3. Apa fungsi masing-masing kaki flipflop yang digunakan?
Jawab:
  • Fungsi set untuk menyetel keluaran flip flop atau output berlogika satu.
  • Fungsi reset untuk mereset keluaran flip flop menjadi berlogika nol.
  • Q fungsinya output normal.
  • Q fungsinya untuk output normal tapi di komplementer kan.
  • J dan k untuk input data.
  • JLK atau klok fungsinya untuk memindahkan data dari input dan output dan mengatur keadaan set dan reset
  • Fungsi inputan d yaitu untuk inputan data.
7. Link Download[Back]

Laporan Akhir 1 (M2)




1. Jurnal[Back]





2. Alat dan Bahan[Back]
  • IC 7474
Untuk penggunaan praktis, kita dapat menggunakan IC 7474 yang berisi 2 buah Positive-Edge-Triggered D Flip-Flop. Positive-Edge-Triggered artinya nilai pada masukan kaki D akan diterima oleh Flip-Flop saat terjadi perubahan sinyal lonceng (clock) dari 0 ke 1 atau sering juga disebut rising edge. Perubahan masukan pada kaki D tidak akan berpengaruh pada keluaran Q bila tidak terjadi transisi pada lonceng dari 0 ke 1, walaupun misalnya lonceng bernilai 1. Diagram hubungan kaki-kaki IC ini dapat dilihat pada gambar 2. Pada IC 7474, juga terdapat kaki Preset dan kaki Clear. Kaki Preset berfungsi untuk memaksa output menjadi Q=1 dan Q¯=0, tanpa memperdulikan input D, sedangkan kaki Clear berfungsi untuk memaksa output menjadi Q=0 dan Q¯=1, tanpa memperdulikan input D. Yang perlu diperhatikan adalah pada IC ini, kaki Preset dan Clear bersifat active-low (lawan active-high), artinya kaki tersebut aktif justru ketika mendapat masukan 0 (low). Sifat tersebut dapat diketahui dengan adanya tanda ○ pada kaki yang bersangkutan di diagram seperti gambar di bawah ini.

  • IC 74LS112

  • Dual JK Negative Edge Triggered Flip-Flops With Preset and Clear
  • High-level input voltage: 2V
  • Low-level input voltage: 0.8V
  • High-level output current: -0.4mA
  • Low-level output current: 8mA
  • Maximum clock frequency: 45MHz
  • Propagation delay time: 20ns
  • Supply voltage range: 4.75 to 5.25V
  • Package: DIP-16

  • Switch SPDT
saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Secara sederhana, saklar merupakan perangkat mekanik yang terdiri dari dua atau lebih terminal yang terhubung secara internal ke bilah atau kontak logam yang dapat dibuka dan ditutup oleh penggunanya. Saklar listrik bisa dibedakan berdasarkan beberapa golongan, misal dari jumlah kontak atau kondisi yang dimilikinya. Jumlah kontak yang dimiliki biasa disebut dengan istilah 'Pole', atau banyaknya kontak yang dimiliki oleh sebuah saklar. Dan 'Throw', yang berarti banyaknya kondisi yang dimiliki sebuah saklar. SPDT (Single Pole Double Throw), merupakan golongan saklar yang memiliki 3 terminal. Jenis saklar ini dapat digunakan sebagai saklar pemilih. Contohnya, saklar pemilih tegangan input adaptor yaitu 110V atau 220V.

  • Power Supply

Pengertian power supply adalah alat elektronika yang menyimpan dan menyalurkan energi listrik untuk perangkat elektronika lainnya. Dalam istilah bahasa Indonesia power supply sering juga disebut dengan Catu Daya.
 
  • LED
A. Spesifikasi :
 
* Superior weather resistance
* 5mm Round Standard Directivity
* UV Resistant Eproxy
* Forward Current (IF): 30mA
* Forward Voltage (VF): 1.8V to 2.4V
* Reverse Voltage: 5V
* Operating Temperature: -30℃ to +85℃
* Storage Temperature: -40℃ to +100℃
* Luminous Intensity: 20mcd 

B. Konfigurasi Pin :
 
* Pin 1 : Positive terminal of LED
* Pin 2 : Negative terminal of LED

  • Resistor
Spesifikasi :
Resistance (Ohms)          : 220 V
Power (Watts)                     : 0,25 W, ¼ W
Tolerance                             : ± 5%
Packaging                           : Bulk
Composition                       : Carbon Film
Temperature Coefficient : 350ppm/°C
Lead Free Status               : Lead Free
RoHS Status                        : RoHs Complient

  
  • Ground
Grounding atau Pentanahan adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi. Cara pemasangan grounding ini dapat menggunakan sebuah elektroda khusus untuk pembumian yang ditanam di bawah tanah.

  • Clock
Clock Generator Modul Si5351A

---Spesifikasi---

Xtal : 25MHz
Range Clock /Sinyal : 8kHz - 160MHz
Komunikasi : IIC
Output : 3 independent output (masing-masing dapat men-generate frekuensi yg berbeda)
Output : 3Vpp
Tegangan kerja : 3 - 5V dc


3. Rangkaian Simulasi[Back]








5. Video Rangkaian[Back]




6. Analisa[Back]

1. Bagaimana jika B0 dan B1 sama-sama diberi logika 0, apa yang terjadi pada rangkaian?
Jawab:
Out put dari J-K flip flop (Q dan Q') dan D flip flop (Q dan Q') berlogika satu. Hal ini dikarenakan set dan reset aktif low atau akan aktif jika berlogika nol (berlogika 1  pada output nya)  dan disebut kondisi terlarang.


2. Bagiaman jika B3 diputuskan/tidak dihubungkan pada rangkaian, apa yang terjadi pada rangkaian?
Jawab:
B3 terhubung dengan kaki input CLK/CLOCK di J-K flip flop. Prinsip dari CLOCK J-K flip flop ini aktif low yang berarti jika berlogika nol input clock-nya maka flip flop akan aktif.  Sedangkan pada saat berlogika 1, maka output flip flop akan tidak aktif atau mengikuti output logika sebelumnya. Pada saat flip flop kaki input diputuskan berarti berlogika 0, yang berarti rangkaian flip flop hidup dan output yang dikeluarkan sesuai dengan logika R-S satu atau 0.


3. Jelaskan apa yang dimaksud kondisi toggle, kondisi not change, dan kondisi terlarang pada flipflop?
Jawab:
  • Toggel yaitu keadaan output flip flop yang merupakan komplemen atau kebalikan dari keadaan output sebelumnya saat dipicu. 
  • Kondisi not change yaitu saat output akan tertahan pada kondisi sebelumnya sampai kondisi input berubah kembali dan hal itu menjadikan penyimpanan. Kondisi tadi yang membuat flip flop J-K memori 2 bit. 
  • Kondisi terlarang yaitu keadaan yang dimana kondisi output Q=0 dan Q'=0 sama dan tidak diperbolehkan.

7. Link Download[Back]

Tugas Pendahuluan 2 (M2)




Kondisi
[Kembali]

Percobaan 2 Kondisi 25
Buatlah rangkaian T flip flop seperti pada gambar pada percobaan 2 dengan ketentuan input B0=0, B1=1, B2=1

Rangkaian Simulasi [Kembali]






Video [Kembali]





Prinsip Kerja [Kembali]

    T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan J-K Flip-flop yang kedua inputannya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputannya rendah

    Power Supply mengalirkan arus dan tegangan ke kaki atas switch menjadi berlogika 1 dan kaki bawah switch terhubung ke ground yang berlogika 0. Sesuai kondisinya, B1 dan B2 terhubung ke power supply yang artinya berlogika 1. B1 terhubung ke kaki inputan S, B2 terhubung ke kaki inputan Clock, pada B0 terhubung ke ground dan kaki inputan Reset. Kaki inputan J-K atau gabungan dari T flipflop terhubung ke power Supply berarti berlogika 1. Clock berguna untuk mengaktifkan rangkaian flipflop.

    Terlihat bahwa kaki inputan Reset terhubung ke ground atau berlogika 0 yang dimana teorinya R-S aktif low atau akan aktif jika inputan berlogika 0 dan kaki inputan J-K / T akan diabaikan nilainya dan output akan mengikuti perintah dari kaki inputan R yang berlogika 0. Oleh karena itu, sesuai dengan tabel kebenaran, outputnya Q=0 dan Q' = 1.


Link Download [Kembali]

Tugas Pendahuluan 1 (M2)




Kondisi
[Kembali]

Percobaan 1 Kondisi 17 
Buatlah rangkaian J-K flip flop dan D flip flop seperti pada gambar pada percobaan dengan ketentuan input B0=1, B1=1, B2=1, B3=clock, B4=0, B5=don't care, B6=0

Rangkaian Simulasi [Kembali]





Video [Kembali]





Prinsip Kerja [Kembali]
Percobaan 1 Kondisi 17
Pada percobaan ini memakai J-K Flip Flop dan D-Flip Flop. J-K FlipFlop merupakan flip flop yang dibangun berdasarkan pengembangan dari RS flip-flop. Sedangkan pada D-Flipflop ialah salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan enggunakan flip-flop R-S.Bedanya dengan R-S flip-flop terletak pada inputan R, dan D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT. 
    
    Jadi, pada percobaan ini, JK Flipflop mempunyai kondisi R-S, dan clock aktif low yang artinya inputan hanya akan aktif jika berlogika 0. Jika pin kedua atau salah satu input R-S aktif atau berlogika 0, maka output yang dihasilkan akan mengikuti perintah R atau S yang diaktifkan. Jika input yang aktif ialah Reset, maka outputnya akan mengikuti kondisi Reset 0-1. Sedangkan jika input yang aktif ialah Set, maka outputnya akan mengikuti kondisi Set atau 1-0.

    Karena B0 terhubung ke Reset berlogika 1 dan B1 terhubung ke set berlogika 1, berarti Input Reset dan set akan tidak aktif dan mengikuti tabel kebenaran dari Reset yang menghasilkan output Q=1; Q'=0 dimana hasil outputnya mengikuti output sebelumnya atau tidak berubah.

    Kaki Set terhubung dengan B1 yang terhubung dengan Power Supply, Kaki D terhubung ke B5 yang inputnya terserah (antara 0 dan 1), kaki CLK terhubung dgn B6, dan kaki Reset terhubung ke kaki input B0 yang berlogika 1. Hal ini berarti inputan pada D FlipFlop tidak bergantung pada apapun karna berapapun nilai D maka outputnya Q=0; Q'=1


Link Download [Kembali]


Modul 2



1. Tujuan Percobaan [Kembali]
  1. Merangkai dan menguji berbagai macam flip flop

2. Alat dan Bahan [Kembali]

Gambar 1.1 Module D’Lorenzo


Gambar 1.2 Jumper


1. Panel DL 2203C.

2. Panel DL 2203D.

3. Panel DL 2203S.

4. Jumper.


3. Dasar Teori [Kembali]
3.1 Flip Flop
    Flip-flop adalah rangkaian elektronika yang memilki dua kondisi stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Flip-flop merupakan pengaplikasian gerbang logika yang bersifat Multivibrator Bistabil. Dikatakan Multibrator Bistabil karena kedua tingkat tegangan keluaran pada Multivibrator tersebut adalah stabil dan hanya akan mengubah situasi tingkat tegangan keluarannya saat dipicu (trigger). Flip-flop mempunyai dua Output (Keluaran) yang salah satu outputnya merupakan komplemen Output yang lain.
    a. R-S Flip Flop
R-S Flip-flop merupakan dasar dari semua flip-flop yang memiliki 2 gerbang inputan atau masukan yaitu R dan S.

b. J-K Flip-Flop
Kelebihan J-K Flip-flop adalah tidak adanya kondisi terlarang atau yanng berarti diberi berapapun inputan asalkan terdapat clock maka akan terjadi perubahan pada keluaran atau outputnya.

c. D Flip-Flop
D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop R-S. Perbedaan dengan R-S flip-flop terletak pada inputan R, dan D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT.

d. T- Flip Flop
 Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan J-K Flip-flop yang kedua inputannya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputannya rendah.


Jumat, 26 Mei 2023

Laporan Akhir 2 (M1)




1. Jurnal[Back]








2. Alat dan Bahan[Back]

  1.  Panel DL 2203C 
  2.  Panel DL 2203D 
  3.  Panel DL 2203S 
      4. Jumper


3. Rangkaian Simulasi[Back]






Gambar rangkaian percobaan 3

4. Prinsip Kerja Rangkaian[Back]

Pada rangkaian ini terdapat:
  • Input: A, B, MR
  • Output: LED
Pertama kita harus menghubungkan VCC dan GROUND pada masing-masing panel. Lalu, pada switch A dan B dapat kita ubah kondisi 0 dan 1 nya sambil mengamati perubahan yang dialami LED. Akan terlihat perubahan pada LED yang bersifat sementara karena adanya kuasi stabil dari rangkaian kapasitor, resistor dan potensiometer (yang di minimal dan maksimalkan).

Kedua kita akan mencoba switch yang terhubung ke MR. MR adalah Master Reset. Jika MR aktif, maka keadaan output akan seperti keadaan normal/stabil. Maka dari itu LED tetap menyala meskipun switch A dan B diiubah-ubah kondisinya.

5. Video Rangkaian[Back]




6. Analisa[Back]

1. Analisa pengaruh resistor dan kapasitor pada percobaan 3
Jawab:
 Rangkaian multivibrator. Terdiri dari komponen penguat aktif yang dikopel silang dengan komponen komponen pasif. Dalam kurung resist r dan kapasitor titik. Vibrator dalam pengoperasiannya punya 2 keadaan utama, yaitu keadaan stabil dan keadaan tidak stabil. Pada percobaan ini dilakukan percobaan multivibrator keadaan tidak stabil di mana artinya keadaan  sinyal selalu berubah ubah mengikuti denyut tegangan pada komponen aktif. Keadaan tak stabil dipengaruhi oleh waktu laju pengisian atau pengosongan kapasitor yang besarnya ditentukan dari kapasitas  Kapasitor. Juga ke kapasitor fungsinya sebagai couple yang akan menentukan besar tegangan dari komponen penguat yang aktif. Sedangkan resist or fungsinya pada rangkaian multivibrator yaitu sebagai sumber arus bagi pengisian muatan kapasitor. Jadi konsep utama dari rangkaian ini yaitu memanfaatkan pengisian dan pengosongan kapasitor sebagai waktu tundanya. Pada saat percobaan praktikum bisa terlihat perbandingan saat kapasitor berkas paksitan si kecil Antara hambat resistor r satu tambah p satu minus dan r satu plus potensiometer p satu max  Didapatkan hasil perbandingan TW max waktu yang berubah lebih lama dibandingkan TW min.  Saat kapasitor bertambah kapasitansinya waktu yang diperlukan juga semakin bertambah lama. Hal ini dikarenakan semakin besar kapasitas kapasitor membuat pengisian semakin lama juga semakin besar resisten yang dipakai. Semakin kecil arus yang dialirkan ke kapasitor yang mengisi muatannya. Karena terhambat begitu.  Begitu juga sebaliknya.

2. Analisa dan bandingan hasil yang didapatkan saat praktikum dengan hasil jurnal perhitungan, carilah persentase errornya !
Jawab 


3. Analisa kenapa saat A = '0' itu harus ditrigger risetime dan saat B = '1' ditrigger falltime?
jawab :
Setelah praktikum yang telah dilaksanakan ketika kondisi A = 0, B = 0 harus ditrigger risetime, maksudnya disini B harus kita trigger jadi 1 agar terjadi pengaruh di LED pada outputnya. Begitupun halnya dengan ketika kondisi A = 1, dan B = 1 harus ditrigger falltime karena akan membuat nilai B = 0 untuk sesaat terjadi pengaruh pada LED  




7. Link Download[Back]
  • Download Video Rangkaian [klik disini]
  • Download HTML [klik disini]